Allah azza wajalla memulai firman-Nya di surat Qaaf dengan :

قٓۚ وَٱلۡقُرۡءَانِ ٱلۡمَجِيدِ  ١

“Qaaf Demi Al Quran yang sangat mulia.”

(قٓ )

Ini merupakan huruf muqattha’ah sebagaimana disebutkan di beberapa surat dalam Al Qur’an. Merupakan tantangan Allah untuk orang-orang kafir atas ketidakmampuan mereka membuat yang serupa. Sebagaimana tersebut dalam firman-Nya :

نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَ  ١

“Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis,”

Juga dalam firman-Nya :

الٓمٓ  ١

“Alif laam miim.”

Setiap Allah mengawali firman-Nya dengan huruf muqattha’ah, Dia selalu menyertakan penyebutan Al Qur’an. Hal ini menguatkan pendapat bahwa penyebutan huruf-huruf tersebut ditujukan sebagai tantangan untuk orang-orang yang ingkar kepada Allah, agar mereka mendatangkan satu ayat saja yang semisal dengan Al Qur’an.

Kemudian Allah azza wajalla berfirman :

بَلۡ عَجِبُوٓاْ أَن جَآءَهُم مُّنذِرٞ مِّنۡهُمۡ فَقَالَ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا شَيۡءٌ عَجِيبٌ  ٢

“(Mereka tidak menerimanya) bahkan mereka tercengang karena telah datang kepada mereka seorang pemberi peringatan dari (kalangan) mereka sendiri, maka berkatalah orang-orang kafir: "Ini adalah suatu yang amat ajaib".”

Mereka tercengang keheranan sebagaimana keheranan orang-orang yang kurang waras kepada orang yang waras akalnya. Hal yang sebenarnya lumrah dan masuk akal bahwa Allah mengutus seorang utusan di tengah mereka dan kalangan mereka sendiri. Hikmah di belakangnya adalah agar utusan tersebut dapat memahami dengan baik bagaimana perasaan mereka. Berdialog dengan bahasa keseharian mereka. Hingga mereka dengan mudah menerima apa yang diajarkan.

Allah azza wajalla berfirman :

وَمَآ أَرۡسَلۡنَا مِن قَبۡلِكَ إِلَّا رِجَالٗا نُّوحِيٓ إِلَيۡهِم مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡقُرَىٰٓۗ أَفَلَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۗ وَلَدَارُ ٱلۡأٓخِرَةِ خَيۡرٞ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ  ١٠٩

“Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memikirkannya?.”

Bagaimana mungkin mereka heran dan tercengang, sementara mereka tahu bahwa Muhammad adalah sosok yang jujur, dapat dipercaya, dan berbudi pekerti luhur. Hal ini tidak lain karena hati mereka telah terjebak dalam kesesatan dan fitrah mereka sudah tidak lagi jernih.

Allah azza wajalla berfirman :

أَءِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗاۖ ذَٰلِكَ رَجۡعُۢ بَعِيدٞ  ٣

“Apakah kami setelah mati dan setelah menjadi tanah (kami akan kembali lagi)?, itu adalah suatu pengembalian yang tidak mungkin.”

Mereka terheran bagaimana mungkin Allah kembali mengumpulkan tulang belulang yang sudah menjadi debu. Tentang hal ini Allah sudah beberapa kali menjawabnya dalam Al Qur’an, yaitu dalam firman Allah :

Pertama : Dalil bahwa Allah azza wajalla mengingatkan kepada hamba-Nya bahwa Dia lah yang membangkitkan manusia kelak di hari kiamat. Sebagaimana dalam firman-Nya :

وَضَرَبَ لَنَا مَثَلٗا وَنَسِيَ خَلۡقَهُۥۖ قَالَ مَن يُحۡيِ ٱلۡعِظَٰمَ وَهِيَ رَمِيمٞ  ٧٨ قُلۡ يُحۡيِيهَا ٱلَّذِيٓ أَنشَأَهَآ أَوَّلَ مَرَّةٖۖ وَهُوَ بِكُلِّ خَلۡقٍ عَلِيمٌ ٧٩

“Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: "Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?".  Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.”

Maka yang pertama kali menciptakan mampu untuk kembali mengulang penciptaan-Nya. Bahkan penciptaan yang kedua dari debu tulang mereka lebih ringan urusannya dibandingkan penciptaan pertama.  Hal ini disebutkan Allah dalam firman-Nya :

مَّا خَلۡقُكُمۡ وَلَا بَعۡثُكُمۡ إِلَّا كَنَفۡسٖ وَٰحِدَةٍۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ  ٢٨

“Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

 

Kedua : Allah ingatkan bahwa Dia mampu menghidupkan bumi yang semua gersang menjadi penuh dengan hehijauan, maka begitupun Allah mampu untuk membangkitkan manusia di hari pembangkitan. 

Ketiga : Allah mengingatkan manusia bahwa Allah lah yang menciptakan langit dan bumi. Sebagaimana dalam firman-Nya :

لَخَلۡقُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ أَكۡبَرُ مِنۡ خَلۡقِ ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ  ٥٧

“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Kemudian dalam firman-Nya yang lain:

أَفَلَمۡ يَنظُرُوٓاْ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَوۡقَهُمۡ كَيۡفَ بَنَيۡنَٰهَا وَزَيَّنَّٰهَا وَمَا لَهَا مِن فُرُوجٖ  ٦

“Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun?.”

Dzat yang menciptakan istana megah, bagaimana pula didakwa tidak mampu membuat bebatuan?! Tidakkah kita ingat firman Allah azza wajalla :

قَدۡ عَلِمۡنَا مَا تَنقُصُ ٱلۡأَرۡضُ مِنۡهُمۡۖ وَعِندَنَا كِتَٰبٌ حَفِيظُۢ  ٤ بَلۡ كَذَّبُواْ بِٱلۡحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمۡ فَهُمۡ فِيٓ أَمۡرٖ مَّرِيجٍ ٥

“Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang dihancurkan oleh bumi dari (tubuh-tubuh) mereka, dan pada sisi Kamipun ada kitab yang memelihara (mencatat). Sebenarnya, mereka telah mendustakan kebenaran tatkala kebenaran itu datang kepada mereka, maka mereka berada dalam keadaan kacau balau.”

 

(Diterjemahkan dari kajian Syaikh Ahmad Farid rahimahullahu)

 

| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal : 29 Rabiul Akhir 1441 H

________________

Silahkan bergabung dan mendapatkan tulisan, audio, video serta jadwal kajian Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah di :

 

Facebook           :

 Syafiq Riza Basalamah Official /  https://www.facebook.com/SyafiqRizaBa...

 

Instagram            :

 Syafiq Riza Basalamah Official 

 

Twitter    : 

 Syafiq Riza Basalamah Official @ustadzsyafiq

 

Telegram : 

  Syafiq Riza Basalamah Official / @SRB_Official

 

Website   : 

   http://syafiqrizabasalamah.com/