Dari Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha, ia berkata : bahwa ia mendengar RAsulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda mengomentari 2 ayat ini : 

(الله لا إله إلا هو الحي القيوم) 

Artinya : Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). (Al-Baqarah : 255)

 (ألم * الله لا إله إلا هو الحي القيوم)  

Artinya : Alif, laam, miim, Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). (Ali Imran : 1 dan 2)

“Sesungguhnya di kedua ayat tersebut terdapat nama Allah yang paling Agung (al-Hayyu dan al-Qayyum)”. (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan ia berkata : Hadis Hasan Shahih)

Maka hadis nabi diayas menngisyaratkan bahwa nama Allah yang paling agung adalah al-Hayyu dan al-Qayyum.

Al-Baidhawi berkata didalam kitab Muntaha al-Muna fi Syarhi al-Asma’ al-Husna (164) : “Karena kedua Nama tersebut(al-Hayyu dan al-Qayyum)  mencakup seluruh makna  nama Allah yang lainnya, ia laksana akar.”

Nabi memberikan isyarat khusus kepada kedua nama ini dengan mendatangkan 2 ayat al-Quran, apa hikmah dari penyebutan ayat al-Quran tersebut bukankah penjelasan nabi sudah cukup?

Di antara hikmah penyebutan Rasulullah terhadap ayat Al Qur’an tatkala menyebutkan keagungan dua nama Allah ini adalah sebagaimana diungkapkan Az Zarkasyi rahimahullahu yang meriwayatkan dari beberapa ulama bahwa ; “seluruh ayat yang ada di dalam al-Quran merupakan syarah atas Asmaul Husna, dan seluruh Asmaul Husna  merupakan syarah dari nama Allah yang paling Agung ini(al-Hayyu dan al-Qayyum).

Maka dari itu, jika seorang hamba berdzikir kepada Allah dengan keduanya(al-Hayyu dan al-Qayyum), dengan kusyu’ dan penuh penghayatan, kecil kemungkinan Allah biarkan tangannya yang menengadah ke langit berpulang tanpa membawa hasil.

Dengan keagungan dua nama ini maka kita telah mengikrarkan bahwa Allah subhaanahu wata’ala adalah Dzat yang hidup dan tidak akan pernah mati, dan kehidupan yang dirasakan seluruh makhluk seluruhnya bergantung pada kehidupan Allah taala. Seluruh urusan makhluk dan keberlansungan hidupnya bergantung dibawah aturan dan ketetapan Allah subhanahu wata’ala. 

Maka dari itu sudah seharusnya seseorang beramal dan beribadah dengan hati yang hidup dan khusyu’, karena Allah selalu mengawasi hidup dan matinya hati. Dengan hati yang hidup dan penuh kekusyukan di setiap ibadah yang dijalankan, semua terasa ringan dikerjakan dan membuat kita lebih bersemangat dalam ibadah. Dan yang tidak kalah penting bahwa sudah seharusnya kemurnian ibadah hanya diperuntukkan kepada Allah selalu kita jaga. Terus memperbaiki niat agar ikhlas kepada Allah semata karena Allah al-Hayyu dan al-Qayyum. 

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat yang mulia Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu beliau bercerita menunjukkan akan mujaraban dua nama ini dalam pengkabulan doa hamba :

“Ketika perang badar, aku sesekali menyempatkan diri untuk memeriksa keadaan Rasullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka kudapati beliau sedang bersujud dan membaca : ‘yaa Hayyu yaa Qayyum, ya Hayyu ya Qayyum’ tidak lebih dari itu. Kemudian aku kembali ke medan perang dan kusempatkan lagi memriksa keadaan beliau dan kulihat beliau masi bersujud dan membaca bacaan yang sama. Dan beliau terus melakukannya sampai Allah memberikan kemengan atas umat islam”. (HR. ibnu Sa’ad di dalam Thabaqat al-Qubro (2/19) dan Nasai dalam Sunan Al-Kubro : 10372, al-Bazzar di dalam Musnadnya (662), Al-Hakim di dalam Mustadrak dan ia brkata : Hadis ini shahih namun tidak di cantumkan oleh bukhari dan muslim dalam kitab mereka, dan tidak ada satupun di dalam sanadnya terdapat perawi yang majruuh).

 

Sumber : Syaikh Prof. Dr. Abdul Sami’ Al-Anies

 

 

| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal : 2 Jumadal 'Ula 1441 H 

 

________________

Silahkan bergabung dan mendapatkan tulisan, audio, video serta jadwal kajian Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah di :

Facebook : Syafiq Riza Basalamah Official / https://www.facebook.com/SyafiqRizaBa...

Instagram : Syafiq Riza Basalamah Official

Twitter : Syafiq Riza Basalamah Official @ustadzsyafiq

Telegram : Syafiq Riza Basalamah Official / @SRB_Official

Website : http://syafiqrizabasalamah.com/