1. Perbanyak Doa

Secara garis besar keharmonisan dan kebahagian tidak akan kita dapat kecuali Allah menghendakinya. Maka jika Allah menghendaki seseorang mendapatkan kebahagian dalam hubungan pernikahannya Allah akan memudahkan baginya agar terus berdoa kepada Allah azza wajalla sebelum mengumumkan janji suci dan mengemban amanah hati. Agar meminta kepada Allah azza wajalla diberikan keberkahan kepada istri dan keluarganya nanti dan Allah perbaiki kekurangan istri sehingga lebih baik. Sebagaimana Allah sembuhkan istri nabi Zakaria  dari mandulnya hingga berhasil mengandung nabi Yahya alaihis salam, jawaban dari doa-doa yang selalu beliau layangkan.

وأصلحنا له الزوجة...

“Dan kami sembuhkan istrinya dari kemandulan” (Qs. Al-Anbiya : 90)

Maka sebab terbesar keharmonisan dan kebahagian ialah perbanyak doa kepada Allah.

2. Niat yang Baik Ketika Hendak Menikah

Sebab kedua menggapai kebahagian dalam pernikahan ialah niat yang baik. Tidaklah seseorang menikah dengan sebatas niatan memenuhi hak biologis dan nafsu syahwat nya saja, namun hendaklah seseorang meniatkan agar ia terjaga dari jatuh kepada yang haram(zina), niatan menyempurnakan setengah agamanya, meniatkan pernikahannya sebagai benteng dan motivasi diri dalam mendekatkan diri kepada Allah azza wajalla, maka dengan niat yang baik pernikahan menjadi nilai Ibadah di mata Allah ta’ala.

3. Masuk rumah dengan ceria

Ummul Mu’minin ‘Aisyah menceritakan bagaimana gambaran nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam saat hendak masuk rumah, ia berkata : “Nabi Muhammad tidak pernah masuk kedalam rumah dengan bermuka masam” 

Sebisa mungkin sebelum mengetuk pintu rumahmu, awali dengan melepas selimut negatif yang engkau pakai seharian. Karena bisa jadi dia menunggumu hanya untuk menumpahkan kelelahannya seharian dirumah, lelah dengan kerinduan, lelah dengan kesunyian dan pekerjaan rumahnya. Menjaga anak dan mendidik mereka. Bayangkan jika orang jika tempat peraduannya terlihat lemah. Kemana ia harus menangisi segala kesedihannya. Maka masuklah pintu rumah dengan gagah dan penuh senyuman. 

4. Menjaga kebersihan diri ketika dirumah

Tampil bersih dan wangi tidak semestinya hanya diperuntukkan untuk orang diluar rumah saja. Sudah semestinya kita berpenampilan menarik walaupun di dalam rumah. Sebagaimana Rasulullah yang selalu bersiwak ketika dirumah agar tidak tercium bau yang tidak sedap dari mulut beliau shallallahu ‘alaihi wasallam dan mengganggu keluarganya. 

Kebiasaan tidak mandi di hari libur semestinya tidak ada dalam kamus seorang muslim. Karena keluarga kita lebih berhak mendapatkan apa yang didapatkan oleh orang-orang diluar rumah kita. Termasuk berpenampilan menarik.

5. Memanggil pasangan dan keluarga dengan panggilan yang baik

Panggilan sangat berperan dalam membangun cerita cinta dan menggambarkan kasih sayang. Dan jangan menganggap hal ini tabu dalam agama islam bahkan sebaliknya, inilah yang dicontohkan nabi Muhammad  shallallahu ‘alaihi wasallam. Bahwa beliau memanggil Aisyah dengan sebutan Humaira yang berarti “kemerah-merahan pipinya”. Sebagaimana hadis aisyah radhiallahu ‘anha : “Orang-orang Habasyah (Ethiopia) pernah masuk ke dalam masjid untuk bermain, lantas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku, “Wahai Humaira (artinya: yang pipinya kemerah-merahan), apakah engkau ingin melihat mereka?” (HR. An Nasai dalam Al Kubro 5: 307).

Allah ceritakan bagaimana lembutnya Luqman memanggil anaknya dengan panggilan “يا بني!”  yang artinya “Wahai Ananda” penting bagi orang tua untuk memanggil anaknya dengan panggilan-panggilan yang indah. Lihatlah Luqman, dia bahkan tidak memanggil anaknya dengan namanya(si anak) namun dia memanggilnya dengan penuh kasih sayang “Wahai Ananda” seakan berkata engkau itu anakku, engkau itu bagian dari hidupku dia panggil sang anak dengan ikatan yang mereka miliki antara anak dan ayah.

6. Memposisikan Diri Sebagai Suami/Istri Ketika di Rumah

Jika Engkau seorang bos di tempat kerjamu. Maka lepas baju kerjamu dan gantung dipagar depan rumahmu. Jadilah sosok ayah dan suami yang baik di dalam rumahmu. Begitupula jika engkau seorang professor di kampus tempat kerjamu. Kamu tetap seorang istri ketika dihadapan suamimu. Posisikan ia dan dirimu sebagai seorang teman hidup. Jadikan canda tawa sebagai melodi indah yang meramaikan nuansa hangat rumahmu. Bukankah nabi Muhammad orang paling mulia? Namun ia dan Aisyah istrinya tercinta bermesraan dengan perlombaan ringan seperti lomba lari dalam sebuah hadis. 

Berikan penghormatan kepada suami dan kasih sayang kepada istri. Dua unsur tersebut harus menjadi acuan utama dalam berumah tangga. Rumah tetaplah rumah meski engkau raja diluar sana. 

7. Menerima kekurangan pasangan dan bersabar atasnya

Jika engkau mencari kesempurnaan, maka jangan cari di dunia. Karena kesempurnaan hanya diciptakan bagi penduduk langit saja. Sebagaimana seseorang memiliki kelebihan maka ia juga punya kekurangan karena dua unsur inilah yang menjadikan ia layak disebut sebagai manusia. Maka selektif dalam memilih pasangan sangat dibutuhkan. Pilihlah pasangan yang memiliki kekurangan yang bisa kamu atasi minimal bisa kamu terima dengan lapang dada. Namun jika engkau sudah mengikrarkan janji suci. Keselektifan harus berubah menjadi penerimaan. Tugasmu hanya menerima dan memperbaiki pasanganmu. Dan selalu sempatkan waktu mengingat kebaikan-kebaikan pasangan dan alasan mengapa dahulu kujabat tangan orang tuanya dan mengapa aku teteskan air mata bahagia ketika ia mengetuk pintu melamarku. 

8. Ucapkan terimakasih atas setiap kebaikan yang dilakukan pasangan 

Jika istrimu membuatkanmu kopi berikan terimakasihmu sebagai bentuk menghargai kekasihmu. Begitupula jika suamimu pulang dengan martabak manis di genggamannya perlihatkan terimakasihmu. Ucapan kalimat ringan itu dengan penuh penghargaan. Pertontonkan itu dihadapan anak-anakmu. Agar mereka belajar darimu bagaimana menghormati orang tuanya. Agar anak-anakmu selalu menghargai ibu dan bapaknya. 

 
| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

 

 

Tanggal : 02 Jumadal 'Ula 1441 H

 

________________ Silahkan bergabung dan mendapatkan tulisan, audio, video serta jadwal kajian Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah di : Facebook : Syafiq Riza Basalamah Official / https://www.facebook.com/SyafiqRizaBa... Instagram : Syafiq Riza Basalamah Official Twitter : Syafiq Riza Basalamah Official @ustadzsyafiq Telegram : Syafiq Riza Basalamah Official / @SRB_Official Website : http://syafiqrizabasalamah.com/