Nikah memiliki 2 makna : 
- akad nikah
- jima' (berhubungan badan)


kita harus mengetahui tentang mahram.
karena banyak hal yg berkaitan dengan mahram, seperti wanita yg harus safar dengan mahramnya.
hal itu bukanlah untuk mengekang wanita, tetapi hal itu adalah bentuk islam memuliakan wanita.

hukum nikah adalah sunnah,
kenapa sunnah? karena itu adalah anjuran nabi, seperti hadits nabi, " wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian memiliki kemampuan maka hendaklah segera menikah, karena menikah dapat membantu menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, dan jika tidak mampu maka berpuasalah."
maksud "mampu" adalah mampu secara fisik dan ekonomi.

di dalam islam tidak ada istilah menjomblo seumur hidup dengan tujuan fokus ibadah.

ketika orang punya syahwat kemudian menikah maka itu lebih utama daripada amalan sunnah lainnya.

misalkan, seorang memiliki uang yang cukup untuk umroh sedangkan dia belum menikah, maka menikah lebih utama baginya.

tetapi bagi seseorang yg tidak memiliki syahwat, maka tidak ada baginya perintah untuk menikah.

dan menikah hukumnya bisa menjadi wajib ketika seseorang tidak dapat menahan syahwatnya hingga dapat menjerumuskannya kepada perbuatan zina.
ada 2 kondisi orang seperti ini : pertama, orang yg memang syahwatnya tidak dapat ditahan. kedua, seseorang yang tinggal di negeri-negeri yang sangat terbuka fasilitas untuk berzina.

sebagian ulama berpendapat hukum asal nikah adalah wajib secara mutlak. karena hukum asal perintah itu wajib.

dan hukumnya menjadi mubah bagi yg tidak memiliki syahwat.

dan hukumnya makruh bagi orang miskin yg tidak memiliki syahwat.

dan nikah menjadi haram bagi yg telah beristri dan merasa tidak bisa berbuat adil jika menikah lagi.

adapun tujuan menikah adalah:
1. menjalankan sunnah.
2. menghasilkan keturunan untuk memperbanyak umat nabi Muhammad.
Rasulullah sangat cinta dan bangga dengan banyaknya umat beliau.
3. menjaga kemaluannya dan kemaluan istrinya. pandangan matanya dan pandangan istrinya.

dan tujuan2 di atas harus diniatkan ketika ingin menjalankan nikah, sehingga nikahnya berkah dan tidak hanya melampiaskan nafsunya, karena nafsu akan tersalurkan dengan sendirinya jika telah menikah tanpa harus diniatkan.

sebaik-baik umat ini adalah yg paling banyak istrinya (Rasulullah), tetapi perlu dipahami adalah beliau berpoligami bukan untuk syahwat, tetapi ada maslahat besar diantaranya ingin menyambung tali kekeluargaan dengan kabilah2.
dan beliau juga ingin istrinya menyampaikan sunnah2 dalam berkeluarga yg tidak mungkin diketahui oleh orang banyak.
dan beliau juga ingin menyelamatkan istri2 yg beliau nikahi.
beliau juga hanya menikahi janda kecuali hanya satu orang saja.

jika satu istri cukup baginya berbuat baik.
tetapi jika memiliki dua istri atau lebih maka disamping berbuat baik dia juga dituntut untuk berbuat adil.

syaikh mengatakan, satu itu lebih utama dalam berbagai kondisi. karena dapat lebih menjaga keluarganya.
adapun ayat tersebut menunjukkan bolehnya menikah sampai empat dan bukan anjuran.

pembahasan selanjutnya : seperti apa kreteria wanita yang layak dinikahi?

 

Penyusun : Usamah Abdurrahman

Disusun Pada : 10 Novomber 2017