Ibadah merupakan ritual yang harus dan hanya patut dipersembahkan kepada Allah azza wajjala, karena Allah akan sangat murka jika hak-Nya sebagai satu-satunya Dzat yang diibadahi malah diselewengkan kepada selain-Nya. Allah azza wajalla berfirman :

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.”

(QS. An Nisa’ : 48)

Dalam ayat ini terdapat dalil bahwa orang yang menunjukan peribadahan kepada selain Allah tidak akan berpeluang mendapat ampunan apabila ia tidak bertaubat sebelum kematian menjelang. Sebagaimana diungkapkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir as Sa’diy rahimahullahu :

أنه لا يغفر لمن أشرك به أحدا من المخلوقين، ويغفر ما دون الشرك من الذنوب صغائرها وكبائرها، وذلك عند مشيئته مغفرة ذلك، إذا اقتضت حكمتُه مغفرتَه.

“Bahwasanya dalam ayat di atas Allah menyebutkan tidak akan mengampuni dosa orang yang menyekututkan Allah dengan makhluk-Nya (selama ia belum bertaubat). Dan masih memungkinkan untuk mengampuni dosa di bawah kesyirikan baik dosa kecil maupun besar. Tentu saja pengampunan itu berada di bawah kehendak-Nya. Ada hikmah-Nya dalam pengampunan-Nya.”

(Tafsir as Sa’diy  181)

Syariat telah menetapkan bahwa ibadah bersifat tauqifiyyah yaitu seluruh tata caranya harus dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya. Seseorang tidak dibenarkan memakai cara baru dalam ibadah. Selain itu, ibadah yang Allah syariatkan telah ajarkan telah sangat sempurna dan lebih dari cukup untuk bisa dikerjakan semuanya. Sehingga tidak perlu menambah dengan membuat ritual-ritual ibadah lain yang tidak lebih baik daripada ibadah yang telah Allah tentukan.

Secara garis besar ibadah dikelompokkan menjadi beberapa bagian ; ibadah hati, ibadah lisan, ibadah harta, ibadah anggota badan dan gabungan dari seluruhnya (hati, lisan dan anggota badan). Di antara yang menjadikan shalat sebagai ibadah paling mulia ialah karena ibadah shalat menggabungkan seluruh perangkat di atas. Dalam rangkaian ibadah shalat, seseorang harus menggerakkan lisannya untuk melafalkan dzikir, tubuhnya berpindah dari satu gerakan ke gerakan lainnya, dan hatinya harus dihadirkan dalam setiap gerakannya. Karena ketidakkhusyukan hati dalam shalat menjadikan ibadah tersebut kurang bernilai di sisi Allah.

Masing-masing dari hamba Allah diberikan kelebihan di satu sisi perangkat ibadah dibandingkan sisi lain. Bagi mereka yang Allah titipkan harta berlebih misalnya, ia bisa bersedekah di jalan Allah, menyantuni anak yatim, naik haji, umroh, dan rangkaian ibadah yang menonjolkan sisi pengeluaran harta. Sedang mereka yang fakir, mereka bisa lebih terjaga dari penyakit hati, egois dan arogansi, rasa tawakal kepada Allah lebih tinggi dan semoga dengan keyakinan dan keteguhan mereka menjadi pemberat amal kita di timbangan Allah azza wajalla.

Di antara instrumen diatas, ada instrumen yang paling mudah untuk di aplikasikan. Yaitu ibadah lisan, seseorang beristighfar misalnya, bertasbih bertahlil memuji asma Allah azza wajalla meski tanpa penghayatan hati sekalipun, meski tidak mengerti makna dari apa yang dilafadzkan, jika lisan telah tergerak maka Allah akan hitung sebagai amalan. Dan ibadah lisan yang paling tinggi ialah membaca Al-Quran. Bacalah! Meski dari huruf latin. Bacalah! Meski belum tau arti. Bacalah! Seraya terus mempelajari substansi. Semoga kita semua dimudahkan untuk mempelajari agama Allah dan menjadi hamba-Nya yang selalu menjaga ibadah dan kewajiban-Nya.

 

| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal : 16 Rajab 1441 H 

________________

Silahkan bergabung dan mendapatkan tulisan, audio, video serta jadwal kajian Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah di :

 

Facebook           :

 Syafiq Riza Basalamah Official /  https://www.facebook.com/SyafiqRizaBa...

 

Instagram            :

 Syafiq Riza Basalamah Official 

 

Twitter    : 

 Syafiq Riza Basalamah Official @ustadzsyafiq

 

Telegram : 

  Syafiq Riza Basalamah Official / @SRB_Official

 

Website   : 

   http://syafiqrizabasalamah.com/