Doa orang yang dizholimi itu mustajab

 

Dzolim ada 3 macam :

1) Seorang hamba yang mendzolimi dirinya dengan kesyirikan

 

Konsekuensi : tidak mendapatkan ampunan dan syafaat jika seseorang meninggal dalam keadaan syirik.

 

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

-سورة لقمان, آية ١٣

Dan (ingatlah) ketika Lukman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, ”Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezhaliman yang besar.

 

Karena sejatinya manusia sama sekali tidak ada rasa condong (fitrah) kepada kesyirikan, beda dengan harta, wanita, dan anak-anak yang memang Allah berikan kecondongan kepadanya.

 

2) Seorang yang mendzolimi dirinya dengan dosa-dosa di bawah syirik.

 

Allah akan mengampuni dosa selain syirik jika Ia berkehendak.

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

-سورة النساء, آية ٤٨

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar.

 

3) Seorang hamba yang  mendzolimi dirinya, dengan cara mendzolimi orang lain.

Hal ini ada 2 macam

 

1. Dengan perbuatan

Dzolim dengan perbuatan yang paling besar adalah pembunuhan

 

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُّتَعَمِّداً فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً

 

“Dan barang siapa yang membunuh seorang mu’min dengan sengaja maka balasannya ialah Jahanam*, ia kekal di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan melaknatinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa: 93)

 

2. Dengan lisan (perkataan)

Contoh : menghina, bergunjing dll

Allah mengampuni dosa ini jika yang dizholimi memaafkannya.

 

-------

Doa meminta rezki

 

Doa nabi isa dalam surat Al maidah

قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

-سورة المائدة, آية ١١٤

Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kepada kami hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami, yaitu bagi orang-orang yang sekarang bersama kami maupun yang datang setelah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; berilah kami rezeki, dan Engkaulah sebaik-baik pemberi rezeki.”

 

Dalam hadist

أعجز الناس من أعجز عن الدعاء

 

"Orang yg paling lemah adalah orang yang paling lemah dalam berdoa."

 

---------

Bab Hadits

 

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يوما ونظر إلى اليمن، فقال: (اللهم أقبل بقلوبهم)، ونظر إلى العراق، فقال نحو ذلك، ونظر قبل كل افق ففعل ذلك، وقال: (اللهم ارزقنا من ثمرات الأرض، وبارك لنا في مدنا وصاعنا

 

Dari Jabir bin Abdullah -radiyallahu'anhuma- berkata, bahwasannya aku mendengar Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda sambil beliau melihat ke arah yaman, "Ya Allah, jadikanlah di hati mereka kelapangan dalam menerima islam." kemudian melihat ke arah Irak dan berkata demikian juga, kemudian melihat ke segala penjuru ufuk dan berkata demikian juga, setelah itu bersabda, "Ya Allah berilah kami rizki dari buah2an yang ada di muka bumi, dan berkahilah pada mud dan sha' kami (timbangan2 kami)."

==> mud = ukuran dengan tangan (dua telapak tangan)

==> sho'= 4 mud

 

Tentang Negeri Yaman

Ulama berbeda pendapat tentang asal kata yaman:

- dari kata yamiin krn berada di samping kanan ka'bah

- dari kata yuman yg artinya keberuntungan.

- dari nama yaman bin ghahthon.

 

Kezholiman itu adalah kegelapan. Kegelapan disini ada 2 makna:

1. Kegelapan yang didapatkan ketika dipadang mahsyar.

2. Kegelapan dengan makna bencana yang ia dapat di dunia dan akhirat

 

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

"Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia; kedzoliman dan durhaka (pada orang tua)". (HR. Hakim dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1120)

 

Hadist

 

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الله قَالَ : قَالَ رَسُول الله – صلى الله عليه وسلم: اتَّقُوا الظُّلْمَ ؛ فَإنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ القِيَامَةِ . وَاتَّقُوا الشُّحَّ ؛ فَإِنَّ الشُّحَّ أهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ . حَمَلَهُمْ عَلَى أنْ سَفَكُوا دِمَاءهُمْ ، وَاسْتَحَلُّوا مَحَارِمَهُمْ

 

Dari Jâbir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu ia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,‘Berhati-hatilah kalian terhadap kezhaliman karena kezhaliman itu adalah kegelapan-kegelapan di hari Kiamat. Dan berhati-hatilah kalian terhadap sifat kikir karena kekikiran itulah yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian Kekikiran itu mendorong mereka menumpahkan darah dan menghalalkan kehormatan mereka.”

 

#الشح

 

Kekikiran diatas kekikiran Artinya kikir dan berambisi.

Kita harusnya belajar dari sahabat-sahabat anshor yang Allah kisahkan dalam Al-qur'an.

 

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

-سورة الحشر, آية ٩

Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

 

Kekikiran mendorong orang untuk berbuat ke dzholiman seperti dalam hadist : menumpahkan darah dan menghalalkan yang Allah haramkan.


 

? Rayhan Ali Arifin

     (rayhan_elarify)

 

Pemateri : Ust Syafiq Riza Basalamah, Ma

Materi : Kitab Adabul Mufrad,

Hari/Tgl : Senin, 20 November 201