———————————

Notulensi

Kajian Ustadz Syafiq

20.00, 4 Desember 2017

———————————

 

kita bisa beramal dan beribadah karena Allah. dan itu merupakan rahmat Allah.

oleh karena itu seseorang yang masuk surga itu bukan sebab amalannya tetapi karena rahmat Allah.

 

Dalam hadis Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

لَا يُدْخِلُ أَحَدًا مِنْكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ، وَلَا يُجِيرُهُ مِنَ النَّارِ، وَلَا أَنَا إِلَّا بِرَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ

Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).

 

sebagaimana seorang yang ingin memanah haruslah berusaha untuk mengarahkan panahnya agar tepat sasaran. Begitu juga dengan seseorang yang ingin beribadah, harus mengarahkan ibadahnya dengan ilmu agar tepat dengan sasaran, yaitu diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

 

dan sesungguhnya seorang muslim itu sedang melakukan perjalanan menuju rumahnya yaitu surga Allah ta'ala dengan berbekalkan ilmu agama.

siang dia melakukan perjalanan, dan malam harinya hendaknya dia tetap melakukan sedikit perjalanan dan tidak terlalu banyak melakukan istirahat, sehingga dia dapat mempercepat perjalanannya agar segera sampai ke tujuan.

 

dalam beribadah janganlah berlebihan sehingga dia akan merasa berat dan merasa malas di pertengahan,

tidak juga berleha-leha dan bersantai sehingga dia lupa akan tujuannya.

tetapi dalam beribadah itu hendaknya pertengahan, melakukan sesuai kemampuannya dan tidak berlebihan sehingga dia bakal sampai ke tujuannya dengan selamat.

 

Dari ’Aisyah –radhiyallahu ’anha-, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang terus menerus walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim No.783)

 

Suatu hari masuklah sekelompok orang yahudi menjumpai Nabi dan berkata, "السام عليكم (semoga kamu mati)"

kata Aisyah, "dan aku paham apa yg mereka katakan" maka 'Aisyah pun berkata, " وعليكم السام واللعنة (semoga kalian mati dan terlaknat)"

Nabi pun berkata, "Tenanglah wahai ‘Aisyah, sesungguhnya Allah cinta akan kelembutan dalam semua urusan."

Aisyah pun berkata, "wahai Rasulullah, apa Engkau tidak mendengar apa yg mereka katakan?"

Rasulullah pun menjawab, "apa kamu tidak mendengar aku menjawab وعليكم (dan kalian juga)"

 

Dalam membalas sebuah kedzaliman ada 3 macam :

1. Membalas dengan setara (sebagaimana yang dilakukan Rasulullah)

2. Membalas dengan sesuatu yang lebih (yang dilakulan Aisyah) dan ini tidak baik.

3. Memaafkan, dan ini tingkatan paling tinggi.

 

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّه لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (QS. Ali Imran : 159)

 

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

من يحرم الرفق يحرم الخير كله

"Barangsiapa yang diharamkan dari sifat lembut maka diharamkan baginya seluruh kebaikan."

_____________

 

TANYA JAWAB.

1. hukum berbuat baik kepada orang kafir?

JAWAB : bahwasannya setiap perbuatan baik kepada makhluk hidup itu ada pahalanya.

tetapi jangan sampai kita berbuat baik atas dasar cinta dan loyalitas kepada mereka.

serta tidak mendzolimi mereka selama ada perjanjian damai dan tidak memerangi kita.

dan jika perbuatan baik kita menyebabkan mereka masuk islam, maka itulah sebesar-besar kebaikan dari kita untuk mereka, karena telah menyelamatkan mereka dari api neraka.

 

2. marah terhadap anak kecil dengan mengeluarkan kata-kata kasar?

JAWAB : ubahlah kata-kata kita terhadap anak dengan penuh kebaikan, karena setiap perkataan orang tua bisa menjadi do'a.

"semoga Allah memberimu hidayah."

"semoga Allah memperbaikimu."

 

3. bagaimana hukum sholat seorang wanita dengan mengikuti waktu sholat yg sudah terjadwal tanpa menunggu adzan berkumandang?

JAWAB : patokan waktu Sholat itu bukan adzan, tetapi posisi matahari, sehingga jika telah masuk waktunya maka diperbolehkan sholat walau belum ada adzan berkumandang.

 

4. bagaimana jika seseorang beramal dan beribadah selama 60 tahun tetapi ternyata tempat kembalinya adalah neraka?

JAWAB : kita tidak tahu akhir kita akan di mana, tetapi tugas kita adalah beramal agar di masukkan ke surga-Nya.

tetapi jika ternyata ada orang yang rajin beramal dan masuk neraka, maka bisa jadi ada sesuatu yang salah dengan amalannya, mungkin tidak sesuai tuntunan agama atau salah niat seperti riya' yang mana hal itu termasuk syirik kecil.

 

(admin)