Berlemah lembut dalam tutur kata dan perbuatan.

Allah Ta’ala berfirman

ﻭَﺍﺧْﻔِﺾْ ﺟَﻨَﺎﺣَﻚَ ﻟِﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

“Dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. ” (QS. Al Hijr: 88)

Dalam ayat lain Allah tala juga berfirman

ﻓَﺒِﻤَﺎ ﺭَﺣْﻤَﺔٍ ﻣِّﻦَ ﺍﻟﻠﻪ ﻟِﻨﺖَ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻟَﻮْ ﻛُﻨْﺖَ ﻓَﻈّﺎً ﻏَﻠِﻴﻆَ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻻَﻧْﻔَﻀُّﻮﺍْ ﻣِﻦْ ﺣَﻮْﻟِﻚَ

“ Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” 
(QS. Ali Imron: 159).

Penjelasan ayat yang pertama yang dimaksud dengan "berendah diri" yaitu memunculkan perilaku dalam diri berupa kelemah lembutan dan bersikap tawadhu yang dijelaskan oleh Syaikh Muhammad Al Amin Asy Syinqithi.

Kemudian diayat yang kedua maknanya selaras dengan yang pertama artinya mencakup umum tidak semata-mata hanya mewajibkan berlemah lembut dalam bertutur kata saja namun dalam berperilaku juga.

Termasuk didalam medan dakwah yang nota benenya mengajak manusia kepada kalimat tauhid maka disinilah sangat diperlukan cara jitu dalam menaklukannya yaitu dengan landasan kelemah lembutan dalam menyerunya.

Dengan ditunjuknya akhlak mulia maka mereka akan semakin tertarik dan ingin menyelami islam lebih dalam lagi.

Maka sudah menjadi tuntutan untuk ummatnya nabi yang mulia Muhammad shallahu alaihi wassalam untuk meniru didalam segala gerak-gerik, karena tepat pada diri rasulullah terdapat akhlak yang sangat agung dan memiliki sifat penyayang.

Allah Ta'ala berfirman

ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻧﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﺑِﺎﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَﺀُﻭﻑٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

“Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, yang berat memikirkan penderitaanmu, sangat menginginkan kamu (beriman dan selamat), amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min”
(At-Taubah : 128)

Selain dari pada itu Nabi kita yang mulia Muhammad shallahu alaihi wassalam menganjurkan dan memerintahkan kepada umatnya agar berperilaku lemah lembut dan penyayang.

Dalam sabdanya yang mulia.

Hadits yang diriwayatkan oleh istrinya tercinta Aisyah radiyallahu an ha.

ﻳَﺎﻋَﺎﺋِﺸَﺔُ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺭَﻓِﻴْﻖٌ ﻳُﺤِﺐُّ ﺍﻟﺮِّﻓْﻖَ ﻓِﻲْ ﺍﻷَﻣْﺮِ ﻛُﻠِّﻪِ

“Wahai Aisyah, sesungguhnya Allah itu Mahalembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan”

Kemudian dalam hadits yang lain juga yang diriwayatkan Jabir bin Abdullah bahwa Nabi bersabda.

ﻣَﻦْ ﻳُﺤْﺮَﻡِ ﺍﻟﺮِّﻓْﻖَ ﻳُﺤْﺮَﻡِ ﺍﻟْﺨَﻴْﺮَ

“Barangsiapa yang tidak memiliki sifat lembut, maka tidak akan mendapatkan kebaikan”.

Selain itu juga bagi mereka yang berusaha memaksakan dirinya untuk bisa berakhlak mulia maka akan diberatkan timbangannya karna yang paling berat timbangannya pada hari kiamat kelak adalah husnul khuluq yaitu akhlak yang mulia.

Beliau bersabda.

"ﻣَﺎ ﺷَﻲْﺀٌ ﺃَﺛْﻘَﻞُ ﻓِﻲ ﻣِﻴﺰَﺍﻥِ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻦِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﻣِﻦْ ﺧُﻠُﻖٍ ﺣَﺴَﻦ"

“Tidak ada sesuatu apapun yang paling berat di dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat nanti daripada akhlak yang mulia."

Perlu diperhatikan juga bahwa Allah Ta'ala sangat benci kepada mereka yang dari mulut-mulutnya keluar perkataan-perkataan dan perbuatan buruk.

Masih dalam sabda beliau.

ٍ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻟَﻴُﺒْﻐِﺾُ ﺍﻟْﻔَﺎﺣِﺶَ ﺍﻟْﺒَﺬِﻱﺀَ ”

Sesungguhnya Allah sungguh membenci orang yang berkata kotor lagi jahat .”

Semoga Allah senantiasa mencurahkan rahmat-Nya untuk setiap hamba-Nya dan semoga Allah jadikan kita sebagi insan yang memilki sifat mulia yaitu berlemah lembut dalam perkataan maupun perbuatan.