•═══════◎❅❦❁❦❅◎═══════•
Notulensi Kajian
Pemateri : 
Ustadz Dr Syafiq Riza Bassalamah, Ma
Tema :
Bab nadzor (memandang calon istri)
Kitab nikah di syarhul mumti'
•═══════◎❅❦❁❦❅◎═══════•

 

▪Hendaknya seorang yang ingin menikah melihat dan memandang calonnya, karena itu lebih membantunya dalam kelanggengan rumah tangganya. Baik calonnya mengetahui ataupun tidak.

Dari Mughirah bin Syu’bah –radhiyallahu ‘anhu- bahwa dirinya telah meminang seoang wanita, maka Nabi –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

)انْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا ). والحديث صححه الألباني في صحيح الترمذي

“Lihatlah dia; karena akan lebih melanggengkan hubungan kasih sayang anda berdua”. (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah –radhiyallahu ‘anhu- berkata: Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- besabda:

( إِذَا خَطَبَ أَحَدُكُمْ الْمَرْأَةَ فَإِنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى مَا يَدْعُوهُ إِلَى نِكَاحِهَا فَلْيَفْعَلْ ). قَالَ : فَخَطَبْتُ جَارِيَةً فَكُنْتُ أَتَخَبَّأُ لَهَا حَتَّى رَأَيْتُ مِنْهَا مَا دَعَانِي إِلَى نِكَاحِهَا وَتَزَوُّجِهَا فَتَزَوَّجْتُهَا. والحديث حسنه الألباني في صحيح أبي داود .

“Jika salah seorang dari kalian meminang wanita, dan jika bisa melihatnya agar lebih meyakinkan untuk menikahinya, maka lakukanlah”. Dia berkata: “Maka saya meminang seorang wanita dan saya melihatnya secara sembunyi-sembunyi hingga saya memiliki hasrat untuk menikahinya, maka saya menikahinya”. (HR. Abu Daud : 2082 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

▪Hukum yang kuat dalam memandang calon adalah disunnahkan. Dan yang boleh dilihat adalah yang biasa nampak dalam keseharianya di rumah (wajah, leher, lengan) dan yang menjadi tolak ukur adalah kebiasaan di masa Nabi Muhammad shallahu alaihi wasallam.

▪ Diperbolehkan memandang calonnya beberapa kali. Dengan catatan melihatnya, tidak boleh khalwat (berduaan). 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يخلون أحدكم بامرأة فإن الشيطان ثالثهما

“Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban)

▪ Ada 6 syarat nadzor kepada wanita yang  ingin dinikahi: 

● ‌Tidak boleh berduaan
● ‌Tidak boleh ada syahwat.
● ‌Prasangka besar untuk diterima.
● ‌Yang dilihat, yang secara umum dilihat keluarganya
● ‌Bertekad melamar perempuan
● ‌Perempuan tidak boleh bersolek, karena tujuan asli nadzor, mengetahui wujud "asli"

▪ Untuk mengetahui akhlak seseorang maka bisa diketahui dari temannya, shohib-shohib2nya dan orang sekitar.

▪ Berbicara dengan calon dibolehkan dengan tujuan:
‌mengetahui suaranya dan ‌mengetahui pemikirannya.

Kalau tidak cocok:
»»»»»»»»»»»»»»

1 jika lelaki gak suka, maka cukup diam (isyarat tidak cocok), misalkan menjanjikan jawaban seminggu setelah nadzor, lalu hari H dia tidak menghubungi pihak perempuan. Kalau keluarga perempuan tetep meminta jawaban, maka tolaklah dengan kata yang baik, dan lelaki tersebut tak boleh menceritakan tentang nadzhornya.

2.  Jika perempuan yang tidak  cocok, maka tolaklah dengan baik.

HUKUM MELAMAR KETIKA MASA IDDAH

▪ Haram melamar dengan spontan atau langsung ataupun sindiran ketika wanita di masa iddah, ditalak 1 dan dua.( dimasa suami boleh merujuk istri tanpa persetujuan istri, dan tanpa akad baru)

▪ Haram melamar secara terang-terangan dan boleh dengan sindiran ketika wanita di masa iddah yang tidak boleh suaminya merujuknya. Seperti ditalak 3, ditinggal mati, khulu'(gugat cerai) bagi yang bukan suaminya.

▪ Boleh terang-terangan atau sindiran jika yang melamar mantan suaminya, yang digugat cerai(khulu), dan istri masih dimasa iddah. 

Nb: khulu' mantan suami menikah dengan mantan istrinya dengan akad baru.
contoh melamar dengan sindiran.
"Wanita sepertimu banyak yang nunggu" "kau itu banyak yang mau" "nanti kalau masa iddahmu habis, kabari aku ya"

 

? Admin SRB