Jika ditanya siapakah yang paling miskin? Maka banyak dari kita menjawab, merekalah yang tiada memiliki rumah untuk berteduh, atau tidak terparkir kendaraan yang layak, atau yang tidak punya makanan di hari itu. Namun, bagaimana jika saya katakan bahwa semua itu salah? Bahkan saya bilang, bahwa banyak di antara kita menjadi manusia miskin meski bukan dari golongan kaum papa, yaitu yang gemar sekali mengeluh dan meminta-minta di hadapan manusia.

Seorang guru pernah menceritakan tentang manusia yang selalu berpenampilan miskin. Ketika ia berjumpa dengan saudaranya, yang ia beritakan hanya berisi kesusahan dan kesulitan menghadapi hidup, tentang tidak cukupnya makanan di rumahnya, atau anaknya yang kekurangan biaya sekolah, atau istrinya yang mengeluhkan uang belanja. Seakan-akan ia adalah manusia paling dirundung nestapa seantero bumi. Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama mengingatkan :

 ليس الغنى عن كثرة العرض، ولكن الغنى غنى النفس

“Kekayaan yang sesungguhnya bukanlah kaya harta, melainkan hati yang terus merasa berkecukupan.” (HR. Bukhari 5965, Muslim 1741, Tirmidzi 2373, Ibnu Majah 4127, dan Ahmad 7015)

Meski kita tak punya, tetaplah jadi terhormat dengan tidak meminta ke manusia. Barakallahu fiikum

 

Digubah dari video : 

https://www.youtube.com/watch?v=qa-dLSHfRGM&list=PLEjtrkaxeeMDHzDaJykWcHu7X1r5ZZ4NM&index=4