Sahabat, apakah kita sadar bahwa apa yang selama ini kita utamakan adalah pernak-pernik dunia kita semata? Betapa banyak di antara kita yang berlomba untuk meninggikan pondasi rumahnya? Atau memperindah dinding-dinding istana kita? Atau lebih mementingkan menambah modal usaha kita? Atau lebih mementingnya memiliki kendaraan baru? Dibandingkan hal-hal yang berkaitan dengan akhirat kita.

Oleh karenanya, saking cintanya manusia dengan dunia, Allah gambarkan dalam Al Qur’an al Karim :

كَلَّا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ 

 

“Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia.” (QS. Al Qiyamah : 20)

Padahal Allah azza wajalla jadikan dunia ini sebagai tempat bercocok tanam di akhirat, yang dengannya kita memilih hasil panen seperti apa yang kita kehendaki di akhirat. Namun seringkali kita dilalaikan dengan kehidupan yang sementara. Untuk itulah, wahai sahabat kita harus terus mawas diri dengan kehidupan dunia yang menipu. Jadilah pribadi akhirat, yang keberadaannya di dunia ini benar-benar berambisi untuk memperbaiki kondisi kita di akhirat.


 

Disadur dari video : https://bit.ly/2Iu94dM