Barangsiapa yang dengan sengaja meninggalkan shalat, Allah timpakan baginya ujian syahwat. Sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran :

}فَخَلَفَ مِنۢ بَعۡدِهِمۡ خَلۡفٌ أَضَاعُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُوا۟ ٱلشَّهَوَ اتِۖ فَسَوۡفَ یَلۡقَوۡنَ غَیًّا}

Kemudian datanglah setelah mereka pengganti yang mengabaikan shalat dan mengikuti keinginannya (syahwat), maka mereka kelak akan tersesat. (Q.S Maryam : 59)

Dan begitu pula sebaliknya, barangsiapa yang menjaga shalat, Allah akan jaga ia dari kemungkaran dan perbuatan nista, sebagaimana firman Allah azza wajalla :

}إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِۗ{

Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. (Q.S Al-Ankabut : 45)

Syaikh Asy-Syinqithiy berkata : Tidak akan pernah Engkau dapati dari orang-orang yang senantiasa menjaga shalatnya saat ia mendengar azan dikumandangkan, kecuali engkau akan dapati mereka sebagai manusia yang paling lapang dadanya, serta peduli sekitarnya. Karena barangsiapa yang menegakkan perintah Allah, Allah mudahkan segala urusannya.

 

Sumber : Prof. Dr. Abdul Sami’ Al-Anis, Ash-Shalah Rihlatu Al-Hubbi wa Asy-Syauqi, (Cet; 1, t.t : Dar-Arwiqa, 2017), hlm.56.