PERTANYAAN

Bagi seorang yang memiliki kewajiban shalat, kemudian datang waktu shalat lain, bolehkah ia mengerjakan shalat kedua dulu kemudian shalat yang pertama tertinggal ?

 

JAWABAN

Barangsiapa yang tertinggal shalat, maka wajib baginya untuk mengganti dengan segera. Berdasarkan hadits yang diriwayatkan  Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu :

أن عمر جاء يوم الخندق بعدما غربت الشمس فجعل يسب كفار قريش وقال: يا رسول الله، ما كدت أصلي العصر حتى كادت الشمس تغرب فقال النبي - صلى الله عليه وسلم - ما صليتها فتوضأ وتوضأنا فصلى العصر بعدما غربت الشمس ثم صلى بعدها المغرب

“Umar datang kepada Rasulullah ketika perang Khandaq sembari mencela orang Quraisy. Beliau berkata, Wahai Rasulullah aku hampir tidak mengerjakan shalat Ashar kecuali setelah matahari hampir tenggelam (gara-gara perang melawan orang kafir). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama menjawab, aku pun sama. Kemudian beliau berwudhu dan mengerjakan shalat Ashar sampai matahari tenggelam dan shalat maghrib.”

(HR. Bukhari 596, Muslim 631, At Tirmidzy 180, dan An Nasa;iy 1366)

Jika khawatir terlewatkan waktu shalat yang saat ini baik terlewat waktu maupun jama’ah atau lupa urutan, maka gugur kewajiban untuk berurutan. Supaya tidak berdampak pada meninggalkan secara berurutan dua kewajiban. Hal ini sebagaimana keumuman sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama :

“Umatku dimaafkan dari kesalahannya apabila ia salah, lupa, atau dipaksa.”

(HR. Ibnu Majah 2043)



 

Fatwa al Lajnah ad Daimah no 145 3/5/1392 H