Dalam lensa mata kebanyakan manusia, kenikmatan hanya berputar pada kekayaan dan harta yang melimpah serta kesenangan dunia lainnya. Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Quran :

{فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)}

“Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, “Tuhanku telah memuliakanku.” (15) Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku.”(16) (QS. Al-Fajr 15-16)

Ini merupakan anggapan orang-orang yang lemah pikiran dan imannya. Dalam perkara kenikmatan dunia, Allah telah sebutkan sifat pembagiannya di dalam Al-Quran : 

{إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ}

“Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa perhitungan.”

(QS. Ali-Imran : 37)

Hampir di setiap tempat dalam Al-Quran, Allah selalu mengikat kalimat بغير حساب yang bermakna “tanpa perhitungan” atau “tanpa pandang bulu” dengan pembagian rezeki. Ini menunjukkan bahwa harta dunia ini tidak ada harganya di sisi Allah. Allah bahkan memberi harta tersebut kepada manusia yang durhaka kepada-Nya. 

Lihatlah orang-orang yang dinobatkan sebagai orang-orang terkaya di dunia, bukankah mereka semua orang-orang yang menyekutukan Allah, bukankah mereka orang kafir yang Allah, bukankah kebanyakan mereka jauh dari Allah azza wajalla. Bukankah negara super power dengan kekayaan berlimpah ruwah adalah Negara yang memerangi agama Allah. Kalaulah seandainya kecintaan Allah kepada hamba-Nya diukur dari kenikmatan dunia yang Allah berikan. Sungguh Firaun laknatullah adalah hamba Allah yang paling mulia, dia memiliki jabatan tertinggi diantara kaumnya, harta yang banyak dan kekuasaan yang megah. Begitu juga Qarun yang nyatanya Allah tenggelamkan ia bersama harta nya kedalam perut bumi yang kini dikenal dengan Harta Qarun.

Maka dari itu jangan pernah merasa sombong dengan harta yang Allah titipkan padamu. Jangan selalu menyangka bahwa itu bukti besar kecintaan Tuhanmu, boleh jadi kekayaan yang kau miliki adalah istidraj bagimu.


| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal : 6 Rabi'ul Akhir 1441 H

______

.Follow dan support akun kami :

 

? Web | lorongfaradisa.or.id

? Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCodayMWz3OkBrzliF87YoOw.

? Telegram : @lorongfaradisa.

? Instagram : Instagram.com/elfadis__

? Facebook : facebook.com/lorongfaradisa.

___

Share agar lebih bermanfaat