Secara bahasa, akhlak berasal dari خلق –halaqa- yang melahirkan dua kata baru, yaitu :

  1. خَلْقٌ yang memiliki arti jasad;

  2. خُلُقٌ yang memiliki arti akhlak;

Adapun akhlak / أَخْلَاقٌ merupakan bentuk jamak dari kata yang kedua. Secara istilah, akhlak memiliki pengertian :

عبارة عن هيئة للنفس راسخة تصدر عنها الأفعال بسهولة ويُسْرٍ من غير حاجة إلى فكر ورويّة 

“Karakter yang tertanam kuat dalam diri dan mempengaruhi perangai luarnya sehingga seseorang mampu mewujudkan dalam perbuatannya tanpa harus berpikir panjang dan bersusah payah”.

Tidak disebut akhlak, seorang yang sekedar berperangai baik kala keadaan memaksanya demikian. Misal, seorang menyumbang dana yang cukup besar untuk sebuah yayasan keagamaan. Namun hal itu dikarenakan dirinya sedang menarik perhatian masyarakat agar berpaling kepadanya. Orang tersebut tidak disebut sebagai seorang yang pemurah.

Tidak pula seorang disebut memiliki akhlak yang sabar, ketika ia menahan amarah dengan susah payah. Sekalipun, perlu diketahui bahwa untuk membentuk akhlak yang baik pada diri seorang perlu adanya kerja keras di awal. Sehingga kelak, tanpa harus memerlukan usaha keras untuk merealisasikannya ke dalam perbuatan.

Bisa saja seorang memiliki akhlak yang buruk (Khuluq dzamim) dan akhlak baik (khuluq hasan). Karena manusia tidak terlepas dari dua keadaan tersebut, tatkala hatinya bersih maka akan lahir pula perbuatan yang lurus. Namun, kala hatinya membatu, buruklah seluruh perangainya. Dan yang menjadi bahasan di sini adalah akhlak yang mulia.

 

(Sumber : Sebuah Pinta karya Muhammad Nur Faqih)

 

| Disusun & Dipublikasi oleh Tim Ilmiah Elfadis 

Tanggal : 14 Rabi’ul Akhir 1441 H

______

.Follow dan support akun kami :

 

? Web | lorongfaradisa.or.id

? Youtube : https://www.youtube.com/channel/UCodayMWz3OkBrzliF87YoOw.

? Telegram : @lorongfaradisa.

? Instagram : Instagram.com/elfadis__

? Facebook : facebook.com/lorongfaradisa.

___

Share agar lebih bermanfaat